mobil dengan lampu pop up
Takheran banyak pemilik mobil yang mengubah lampu depan (lampu utama) menjadi lebih terang lagi. Namun, sayangnya hal ini bisa menyulitkan pengemudi lain ketika berpapasan dengan mobil yang dilengkapi jenis lampu terang itu. Faktor inilah yang kerap dikeluhkan pengendara dan menjadi salah satu bentuk blind spot eksternal yang perlu diwaspadai.
Mobillegendaris ini memiliki performa yang kencang dengan perpaduan fitur lampu pop-up yang biasanya terkenal pada mobil sport atau di kelas yang lebih tinggi. Mobil Astina ini bahkan menjadi pelopor pemakaian lampu pop-up di Indonesia pada tahun 1991. Lampu depan Astina Mazda ini bisa berkedip-kedip seperti bulu mata.
Mengapamobil berhenti memiliki lampu depan pop-up? Kenyataannya adalah, peraturan keselamatan agak mematikan lampu depan Pop-up. Ini terutama karena peraturan keselamatan pejalan kaki yang diperketat dan memiliki area permukaan yang 'tajam' dianggap terlalu berbahaya bagi sebagian besar produsen untuk repot melanjutkan dengan pop-up.
Beberapakeuntungan tersebut antara lain adalah : 1. Konsumsi Daya Listrik Yang Lebih Kecil. Penggunaan Lampu LED sebagai Lampu Utama (headlight) pada mobil semakin populer. Karena daya konsumsinya yang lebih hemat bila dibandingkan dengan bohlam lampu bawaan pabrik.
CaraMerawat Lampu Mobil. Lampu mobil terutama bagian depan menjadi komponen penting dalam sebuah mobil, karena menjadi penerang jalan di malam hari dan lampu juga menjadi patokan posisi mobil dengan pengendara lain. Apabila lampu depan salah dalam merawat, lampu akan mengalami gangguan, tentu akan membahayakan para pengendara.
Meilleur Site De Rencontre En Cote D Ivoire. Jakarta, IDN Times - Banyak mobil-mobil tua yang hingga kini masih memesona, salah satunya Mazda Astina. Mobil ini istimewa karena headlamp atau lampu depannya bisa berkedip alis bisa naik turun. Mobil ini pernah menyihir para pencinta otomotif tanah air pada era 90-an. Saat itu Mazda Astina termasuk mobil mahal, karena itu hanya segelintir saja yang punya. Tapi sekarang harga bekas mobil ini sudah melorot bursa mobil bekas, ada Mazda Astina yang dibanderol kurang dari Rp40 juta. Menarik banget, kan? Nah, berikut keunggulan Mazda Astina yang kedipan matanya selalu menggoda. 1. Lampu genit untuk optimalkan mempelopori mobil dengan desain lampu depan pop-up di Indonesia. Ketika mesin dimatikan, lampu depan ini akan terbenam ke dalam kap mesin dan muncul kembali ketika mesin dinyalakan. Ide di balik desain ini adalah untuk meningkatkan aerodinamika. Desain lampu ini yang seolah berkedip ini lah penyebab Astina kerap dijuluki mobil lampu mata genit. Kedipannya ini seolah menggoda para pencinta mobil di era 90-an untuk meminangnya. Lampu Astina bahkan bisa dibuat mengedip satu mata. Baca Juga Mengenang Fiat 1100, Pernah Jadi Mobil Kelas Menengah Indonesia 2. Mesinnya bertenaga 102 memvisikan Astina sebagai mobil yang bisa diandalkan untuk adu akselerasi. Selain desainnya yang sporty khas mobil balap di tahun 90-an, Mazda juga membekali Astina dengan mesin 1,8 liter yang bisa menghasilkan torsi 102 hp pada rpm dan torsi maksimum 150 Nm pada Astina dialirkan lewat transmisi manual 5 percepatan ke roda Harga bekasnya mulai Rp35 langka menemukan mobil dengan lampu pop-up seperti milik Astina. Pasalnya, desain lampu pop-up tak sejalan dengan peraturan pejalan kaki karena dinilai berbahaya untuk pejalan kaki ketika terjadi tabrakan. Mendesain lampu sejenis ini pun jadi lebih sulit dan memakan biaya lebih Mazda Astina yang pertama keluar pada tahun 1991 ini bisa ditemukan di situs jual beli daring dengan harga mulai Rp35 juta. Gimana tertarik berburu Mazda Astina? Baca Juga 5 Alasan Harga Bekas Isuzu Panther Stabil Banget, Padahal Minim Fitur
Mobil keluaran 90-an ke bawah sudah tidak asing dengan fitur headlamp pop up. Lampu yang bisa ngumpet ini punya kesan futuristik dan bisa membuat penampilan mobil jadi stylish. Hal yang perlu kamu ketahui, headlamp pop up kini sudah dilarang dan tak lagi dibuat pada mobil baru. Pop-up headlights pernah menjadi tren di tahun 80-an hingga awal 90-an. Penampakan lampu pop-up yang seksi, memang membuat mobil jadi tampil keren. Keberadaan lampu pop up pada mobil akan menaikkan gengsi pemilik mobil. Lampu pop-up membuat penampilan sebuah mobil biasanya terlihat lebih sleek dan lebih aerodinamis saat kondisi tertutup. Baca juga Ungkap Perbedaan Antara Headlamp Mobil Halogen, LED, dan HID. Tidak Selamanya yang Mahal Pasti Bagus? Viral, Lampu Depan Porsche Panamera Dicuri Cuma Butuh 14 Detik, Dijual Bisa Dapat Toyota Avanza Bekas 4 Alasan Penting Mengapa Harus Mematikan Lampu Kabin Mobil Saat Berkendara di Malam Hari Bukan hanya dipasangkan pada supercar, mobil jenis sedan atau liftback dan hatchback juga banyak yang memakai lampu utama jenis ini. Mobil yang pertama kali mengadopsi model pop-up sendiri adalah Cord 810 Phaeton lansiran tahun 1936. Kemudian pada era 80-an lampu pop-up semakin populer melalui mobil sport seperti Toyota Corolla Trueno, Chevrolet Corvette, Ferrari F40, dan lain sebagainya. Keberadaan lampu pop up sudah jarang ditemukan lagi karena alasan regulasi. Ada aturan yang melarang produksi mobil dengan lampu pop up, dengan alasan tidak aerodinamis sehingga belum memenuhi aspek keselamatan untuk pejalan kaki saat terjadi tabrakan. Tak cuma itu, lampu pop up ini ternyata juga menambah biaya dari sisi perawatan kalau motor flipnya bermasalah. Mobil terakhir yang diproduksi menggunakan lampu pop-up adalah Chevrolet Corvette C5 kelahiran 2004. Semenjak itu, tidak ada lagi lampu pop-yang digunakan oleh mobil baru. Berikut ini alasan headlamp pop up akhirnya harus punah. Regulasi Awal Soal Pemakaian Headlamp Pop Up Dahulu headlamp jenis pop up ini diperbolehkan oleh regulasi, dengan alasan visibilitas. Lampu depan pop-up kemudian semakin populer karena persyaratan ketinggian tertentu untuk posisi lampu depan di mobil sport pada tahun 1970-an. Sebagaimana kita ketahui, mobil sport umumnya punya desain yang ceper atau rendah. Pabrikan pun melihat konsep lampu pop up ini bisa menggabungkan aspek estetika mobil yang semakin menarik, dengan posisi sorot lampu yang tingginya cukup. Kalau sedang tidak digunakan, maka reflektor lampu bisa tersembunyi dan posisi yang tertutup meningkatkan sisi aerodinamika mobil. Headlamp Pop Up Dinilai Berbahaya Dari Sisi Keselamatan Regulasi di tiap regional benua semakin ketat untuk meningkatkan aspek keselamatan di mobil keluaran baru. Menurut regulasi, lampu pop up ini cukup berbahaya dari sisi keselamatan karena memiliki area permukaan yang 'tajam' dianggap terlalu berbahaya saat menabrak pejalan kaki. Selain itu, regulasi ini diterapkan juga untuk menghindari malfungsi motor lampu saat musim dingin. Pabrikan kendaraan juga melihat bila terlalu sulit untuk mengembangkan lampu pop-up modern agar sejalan dengan standar baru yang ditetapkan oleh undang-undang desain Eropa. Sementara itu regulasi di Amerika Serikat masih memperbolehkan lampu pop up di mobil baru. Daripada menciptakan dua varian headlamp, maka pabrikan mobil pun memutuskan tak lagi memakai lampu pop up agar produksi juga lebih efisien. Lagipula, bakal ada proses buka-tutup lampu saat kita butuh menyalakan high beam atau pass beam di siang hari sehingga dinilai tidak praktis. Biaya Produksi Mahal, Perawatannya Tak Kalah Mahal Lampu pop-up juga rumit secara mekanis dan mahal untuk diproduksi. Sistemnya yang rumit kadang tidak bekerja dengan baik di hujan salju. Dalam sebuah sistem lampu pop up, terdapat setidaknya dua motor atau sistem vakum untuk buka tutup lensa reflektor. Selain itu, terdapat housing untuk headlamp dan beberapa bagian lain supaya rancangannya proporsional. Mazda FC generasi RX-7 menggunakan mekanisme parallelogram dengan lensa khusus untuk memungkinkan lampu berkedip untuk high beam tanpa memunculkan lampu. Motor pelipat lampunya kadang tak mau bekerja saat kondisi berkendara di bawah salju. Sistem retract di lampu tersebut kadang macet di tengah jalan ketika suhu sangat dingin di negara sub tropis. Memang, lampunya mereka bisa segera diperbaiki, tapi ongkosnya sama sekali tidak murah! Meskipun demikian, mobil lawas dengan lampu pop up masih tetap boleh digunakan berkendara di jalan raya.
Lampu pop up pernah tren pada era ’80-an sampai ’90-an. Lampu ini tidak hanya dipasangkan pada supercar. Namun juga dipasangkan pada beberapa kendaraan lainnya. Penampakan lampu pop up yang sangat menawan membuat tampilan depan mobil menjadi lebih keren. Bahkan fitur lampu pop up sempat menjadi ikon di era ’80-an sampai awal ’90-an. Selain itu, keberadaan lampu pop up pada mobil akan menaikkan gengsi pemilik mobil. Lantas mengapa keberadaan lampu pop up sekarang menghilang? Mengapa lampu pop up dilarang untuk digunakan? Berikut ini beberapa alasan mengapa tidak boleh menggunakan lampu pop up pada mobil. Simak artikel di bawah ini sampai habis ya Haiser! Baca Juga Mobil Era 90an Yang Masih Populer di Tanah Air Keberadaan lampu pop up sudah jarang ditemukan lagi, bukan karena terlalu usang atau jadul namun karena regulasi. Regulasi melarang produksi mobil dengan lampu pop up setelah era 80an. Alasannya karena lampu pop up tidak aerodinamis sehingga belum memenuhi aspek keselamatan untuk pejalan kaki. Selain itu, regulasi ini diterapkan juga untuk menghindari malfungsi motor lampu saat dibutuhkan. Biaya produksi lampu model biasa dinilai lebih murah ketimbang lampu pop up. Untuk mengenang keberadaan lampu pop up yang menghiasi era ’80-an. Berikut ini desain lampu pop up terbaik sepanjang sejarah. 5 Desain Lampu Pop Up Terbaik Untuk mengenang era ’80an, berikut ini 5 desain lampu pop up terbaik sepanjang sejarah. Simak terus ulasan di bawah ini sampai akhir ya! 1. Ferrari Testarossa Ferrari Testarossa Ferrari Testarossa sering disebut sebagai tunggangan Sonny Crockett di Miami Vice. Mobil ini telah menggunakan lampu pop up dari tahun ’70-an dengan Ferrari 365 GTB/ 4 Daytona sampai era 90an dengan 456M. 2. Ford Probe Ford Probe Lampu pop up juga ada pada mobil Ford Probo. Mobil ini merupakan generasi pertama yang hampir menggantikan keberadaan mustang. Dengan hadirnya varian Probe, membuat Ford bisa bersaing dengan kompetitornya, seperti Honda Prelude, Mitsubishi Eclipse, dan Toyota Celica. 3. Lamborghini Countach Lamborghini Countach Selain dua mobil di atas, lampu pop up juga menghiasi mobil Lamborghini Countach. Tanpa hadirnya, fitur lampu pop up akan membuat tampilan Lamborghini Countach terlihat kurang menarik dan sporty. 4. Lotus Esprit Lotus Esprit Lotus Esprit memperoleh perubahan style dari Peter Stevens pada tahun 1987. Dengan adanya kombinasi wedge dan lampu pop up membuat Lotus Esprit terlihat lebih tajam untuk tampilan depannya. 5. Mazda MX-5 Miata Mazda MX-5 Miata Mazda MX-5 Miata merupakan generasi pertama yang dikenal sebagai NA dan mobil pertama yang menggunakan lampu pop up sampai saat ini. Di dukung dengan aftermarket besar yang memungkinkan roadster kecil ini berada di jalan selama bertahun-tahun ke depan. Nah, itu dia alasan mengapa lampu pop up sudah dilarang lagi penggunaanya. Selain itu, HSR Wheel juga menyajikan 5 mobil zaman dulu yang menggunakan lampu pop up agar kamu bisa bernolstagia ke era ’80-an.
Lampu depan retractable atau pop up headlamp mengalami ledakan popularitas pada 1980-an dan 1990-an sebagai cara untuk memberikan estetika aerodinamis nan sporty di bagian depan. Sayangnya, mereka menghilang di pameran-pameran otomotif saat ini. Untuk mengenang desain kekinian’ anak 80an, Mobilmo berikan desain pop up headlamp terbaik sepanjang sejarah. 1. Alfa Romeo Montreal Begini transisi kedipan mata’ khas Alfa Romeo Montreal Meskipun bukan lampu pop up, desain yang keren menjadi salah satu alasan Montreal masuk daftar ini. Selama pengemudian normal, Montreal memiliki panel louvered yang menutupi bagian atas lampu depan dan membuat coupe ini seperti memiliki bulu mata. Namun ketika menyalakan lampu, potongan-potongan ini mengarah ke bawah lampu sehingga menghasilkan mesin yang tampak berkedip ketika lampu menyala. 2. BMW M1 BMW M1 yang didesain oleh si 'Bapak pop up headlamp ' Giorgetto Giurgiaro Perancang otomotif terkenal Giorgetto Giugiaro sering terlibat proyek mobil sport rendah yang melengkung dan terkadang menggunakan pop up headlamp untuk menghadirkan hidung runcing yang terlihat sangat aerodinamis. Seperti pada lampu pop up BMW M1 yang memberikan desain hidung rendah yang siap mengiris udara. 3. Ferrari Testarossa Ferrari Testarossa yang dikenal sebagai tunggangan Sonny Crockett di Miami Vice Ferrari menghabiskan puluhan tahun menggunakan lampu pop up sebagai fitur yang menandai bagian depan kendaraan dari tahun 70an dengan Ferrari 365 GTB/ 4 Daytona hingga akhir 90an dengan 456M. Bagi anak-anak gaul Amerika pada akhir 80an, tidak ada yang lebih keren daripada Ferrari Testarossa yang dikendarai oleh Sonny Crockett pada Miami Vice. 4. Ford Probe Kendaraan dengan lampu pop up terjangkau, Ford Probe Tidak harus membeli mobil sport mahal saat itu untuk mendapatkan lampu pop up, contohnya pada Ford Probe. Produk bahu membahu Ford dan Mazda merupakan model generasi pertama yang hampir saja menggantikan Mustang. Probe merupakan senjata Ford menghadapi coupe sport drive saat itu, seperti Honda Prelude, Mitsubishi Eclipse, dan Toyota Celica. >>> Ingin membeli Ford lawas? Dapatkan informasinya di sini 5. Lamborghini Countach Lampu pop up sudah menjadi ikon Lamborghini Countach Sulit untuk membayangkan Lamborghini Countach terlihat tanpa adanya lampu pop up yang menjadi ikon tampilan supercar ini. Dari mobil konsep pada 1971, versi produksi yang dimodifikasi pada tahun 1974, hingga produksi sampai 1990, lampu pop up selalu menjadi pendamping yang setia dalam setiap perubahan Countach. 6. Lotus Esprit Tampilan tajam nan sporty Lotus Esprit Awalnya kembali dirancang oleh Giugiario dengan kombinasi wedge dan lampu pop up, Lotus Esprit mendapatkan perubahan style dari Peter Stevens pada tahun 1987. Hasilnya seperti pada gambar, mempertahankan tampilan tajam dan lampu tersembunyi. >>> Skandal otomotif terbesar yang mengguncang dunia, bagian 1 7. Mazda MX-5 Miata Desain pop up headlamp dari MX-5 Miata Dari semua kendaraan yang ada di daftar ini, Miata generasi pertama yang dikenal sebagai NA merupakan model dengan lampu pop up pertama yang Anda lihat di jalanan hari ini. mereka cukup terjangkau dan terbukti cukup diandalkan. Ditambah, ada dukungan aftermarket besar yang memungkinkan roadster kecil ini berada di jalan selama bertahun-tahun ke depan. 8. Porsche 944 Porsche tak ketinggalan menampilkan versi pop up dalam Porsche 944 Pabrikan asal Jerman ini turut serta dalam mode lampu depan pop up juga. Dari model 924 yang rendah hingga produksi terbatas 930 dengan opsi slantnose, 944 merupakan model tahun 1982 dan diproduksi hingga 1991. Perusahaan selalu menjaga penyegaran melalui beberapa upgrade, termasuk memasang perpindahan mesin yang lebih besar dan meluncurkan versi turbocharged. >>> Beragam informasi unik dan terpercaya dari pasar mobil hanya di Mobilmo 9. Toyota Celica Desain pop up pada generasi kelima Toyota Celica Generasi pertama Toyota Celica yang mengudara pada 1970 sebagai coupe sport kecil memiliki garis mirip Mustang. Para desainer Toyota lalu mengikuti tren kontemporer dan memberikan bentuk lampu pop up pada 1980-an. Tapi semua itu berbuah untuk model tahun 1994 ketika generasi keenam Celica berubah menjadi empat lampu melingkar untuk bagian depan. 10. Volvo 480 Begini desain pop up headlamp pada Volvo 480 Termasuk desain pop up aneh, Volvo 480 adalah merek Swedia yang masuk ke segmen kompak Eropa pada 1986 dan bertahan hingga 1995. Meskipun ada banyak ruang untuk lampu utama, desainer Volvo memutuskan untuk menambahkan lampu pop up yang menampilkan desain hidung yang terlihat membingungkan. >>> Dapatkan beragam berita otomotif terbaru hanya di Mobilmo
Skip to content Astina Mazda merupakan salah satu mobil yang pernah berjaya dengan teknologi yang melebihi pada zamannya. Bagaimana tidak? Mobil legendaris ini memiliki performa yang kencang dengan perpaduan fitur lampu pop-up yang biasanya terkenal pada mobil sport atau di kelas yang lebih tinggi. Mobil Astina ini bahkan menjadi pelopor pemakaian lampu pop-up di Indonesia pada tahun 1991. Lampu depan Astina Mazda ini bisa berkedip-kedip seperti bulu mata. Lampu depan yang bisa berkedip ini merupakan lampu depan yang tersembunyi, sebab jika sedang tidak digunakan lampunya akan bersembunyi di bodi bagian kap mesin alias bisa buka tutup secara otomatis. Desain Eksterior dan Interior Teknologi lampu pop-up yang disematkan pada eksterior depan mobil ini sangat langka pada masanya. Apalagi dipadukan dengan bodi yang agak bongsor membuat keduanya menjadi perpaduan yang pas. Tak ketinggalan pada interior mobilnya yang sangat terlihat klasik dan timeless. Memiliki tombol pengaturan yang sederhana dan tertata rapi. Tapi yang paling penting, mobil ini sudah memiliki speedometer digital pada era 90-an. Sangat keren! Mobil Astina Mazda ini telah diedarkan ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tak heran jika mobil ini menjadi idaman para anak-anak muda pada zamannya. Mobil ini juga cukup tangguh karena dibekali dengan mesin cc dengan 4 silinder DOHC yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 102 hp diputaran mesin 5500 rpm dengan torsi 150 nm di 4000 rpm. Kelebihan dan Kekurangan Astina Mazda Sejatinya memang tidak ada yang sempurna di dunia ini bro, termasuk mobil Astina Mazda. Pasti memiliki kelebihan dan kekurangan juga. Untuk kelebihannya, mobil ini jelas memiliki akselerasi yang mantap dengan top speed tinggi. Bagi kamu pecinta kecepatan tentu sangat tepat menjadikan mobil ini sebagai pilihan. Selain itu, mesinnya cukup halus dan pemakaian bahan bakanya terbilang irit untuk penggunaan santai walaupun sudah melewati puluhan tahun. Desainnya juga sangat eye catching dan timeless. Kekurangan dari Astina Mazda ini, mesinnya terbilang cepat panas karena didesain di Jepang dan diperuntukan bagi kondisi dingin, bukan untuk iklim tropis seperti di Indonesia. Maka, jika pendingin radiatornya masih bawaan standar kamu harus melakukan modifikasi mobil atau menggantinya dengan custom radiator yang telah menggunakan 2-3 pille agar cocok untuk suhu di Indonesia. Kekurangan lainnya jika kamu menggunakan mobil ini akan sulit menemukan spare part atau onderdilnya, sekalipun ada harganya tentu saja akan mahal.
mobil dengan lampu pop up