mengapa pada musim kemarau para petani tidak menanam padi

Pergantianmusim ini dalam setahun terjadi sekitar setengah tahun sekali yang ditandai oleh musim pancaroba. Sebagai musim peralihan dari musim kemarau menjadi musim hujan atau sebaliknya. Mata pencaharian sebagian penduduk kawasan Asia Tenggara. Mata pencaharian sebagian penduduk kawasan Asia Tenggara bergantung pada kondisi alam yang ada. Artinya, ketika musim kemarau seperti saat ini, maka petani harus menggunakan varietas yang tahan kemarau. Sehingga bisa tahan terhadap serangan hama," kata dia. Aksi tanam padi secara terus-menerus itu sendiri berkaitan dengan gerakan percepatan tanam yang kini sedang digalakkan Badan Karantina Pertanian. KepalaBidang Produksi Padi dan Palawija, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya, Heti Heryati mengatakan, di saat musim hujan petani menghadapi masalah banjir, longsor, hama dan penyakit tanaman. Sebab, hama dan penyakit tanaman lebih banyak di musim hujan daripada musim kemarau. Perubahaniklim yang kian sulit ditebak menjad itantangan dalam usaha tani. Apalagi usaha tani merupakan kegiatan yang tergantung pada fenomena alam, makan dilakukan tindakan yang cermat dalam menghadapi fenomena alam tersebut. Saat musim musim kemarau petani juga harus dapat mengantisipasi agar tidak terjadi kekeringan. Padamusim kemarau hama tanaman lebih intens pada jenis serangga seperti kutu daun yang menularkan virus keriting dan bulai. Pada musim kemarau anda juga harus rajin melakukan pengairan. Daftar tanaman yag cocok ditanam saat musim kemarau adalah: Jagung, Ubi, Ketela, Tomat, Kentang, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Labu, dll. Meilleur Site De Rencontre En Cote D Ivoire. Diunggah pada 16 September 2011 114657 1 Kendati hujan telah mengguyur di sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam intensitas rendah, cuaca kemarau masih melanda hampir di seluruh wilayah. Kemarau berkepanjangan ini menyebabkan masyarakat kekurangan sumber air bersih dan membuat beberapa lahan sawah di Jatim mengalami kekeringan. Dalam masa kemarau dan pascaserangan hama wereng coklat beberapa waktu lalu, Dinas Pertanian Jatim kerap mengimbau pada petani untuk tak menanam padi. “Jauh hari kami kami telah menyosialisasikan untuk tak menanam padi saat kemarau dan pasca serangan hama wereng. Kalaupun tetap ngotot menanam padi, mungkin hanya petani nekad saja yang melakukan,” kata Kepala Bidang Produksi tanaman Pangan, Ir Ahmad Nurfalakhi saat dikonfirmasi, Jumat 16/9. Dari data Dinas Pertanian Jatim, periode Agustus 2011 tercatat lahan padi yang kering mencapai hektar yang tersebar di sejumlah wilayah. Diantaranya di wilayah Tulungagung seluas 953 hektar, Trenggalek 271 hektar, Pacitan 112 hektar, Sumenep 60 hektar, Mojokerto 21 hektar dan Lamongan 19 hektar. Dari total lahan yang kering di bulan Agustus, yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 38 hektar, yaitu di wilayah Mojokerto 18 hektar, Tulungagung 9 hektar, Tuban 6 hektar, Bojonegoro 2 hektar dan Trenggalek 1 hektar. Luas lahan yang kering di Agustus tersebut itu lebih kecil dibanding pada bulan Juli tahun lalu yang melanda hektar tanaman padi. Dengan perincian, wilayah Trenggalek seluas hektar, Tulungagung 811 hektar, Bangkalan 108 hektar, Tuban 50 hektar, Gresik 15 hektar, Jombang 12 hektar, Kediri 10 hektar dan Sumenep 0,5 hektar. Di periode Juli, lahan puso akibat kekeringan mencapai 239 hektar. Yaitu di Trenggalek 163 hektar, Tuban 21 hektar dan Tulungagung 16 hektar. Luasnya lahan padi yang dilanda kekeringan tersebut akibat kurang jelinya petani dalam memilih komoditas yang ditanam saat musim kemarau. Idealnya, saat kemarau petani tidak menanam padi tapi menanam palawija seperti kacang hijau, kedelai, jagung atau menanam komoditas hortikultura seperti Semangka. Besarnya keinginan petani untuk tetap menanam padi di musim kemarau ini dipicu harga jual padi jauh lebih baik dibanding harganya saat musim penghujan. Tingginya harga padi tersebut bisa dilihat dari harga beras yang beredar di pasaran. Untuk yang jenis medium misalnya, masih bertengger di level per kilogram hingga per kilogram. afr Cianjur - Meski bulan ini masih sering turun hujan, para petani diingatkan tidak salah perhitungan memutuskan jenis tanaman yang akan mereka tanam di lahan tadah hujan. Peringatan di atas disampaikan oleh Mentan Anton Apriantono di sela-sela panen padi SRI Organik pagi ini di desa Bobojong, Cianjur, Jawa Barat, Senin 30/7/2007. "Memang kemarau tahun ini basah, Juni masih hujan. Tapi pada Juli mulai berkurang, Agustus apalagi. Kita harap masyarakat paham di musim kemarau sawah tadah hujan jangan tanami padi, tapi palawija," kata menaman padi di sawah hujan pada musim kemarau, sangat rawan ancaman kekeringan. Tapi akan berbeda hasilnya bila palawija yang ditanam. Pemerintah sendiri saat ini tengah melaksanakan berbagai langkah guna antisipasi kekegalan panen akibat kekeringan. Langkah jangka pendek adalah penyedian air di lokasi-lokasi kekeringan. Meski kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dibanding tahun lalu, mentan tetap optimistis hasil panen nasional akan dapat mendekati target penambahan 2 juta ton. Dasarnya adalah hasil penghitungan BPS per panen April 2007 sudah melampui total panen 2006. "Dibanding lima tahun terakhir, kemarau tahun ini masih tergolong normal," sambung Anton. lh/qom ...risiko gagal tanam cukup tinggiSleman ANTARA - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan DP3 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta DIY mengimbau petani untuk tidak memaksakan menanam padi pada musim kemarau ini. "Petani yang lahannya berada di daerah yang mengalami kekurangan air, agar tidak memaksakan menanam padi, karena risiko gagal tanam cukup tinggi," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan DP3 Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto, di Sleman, DIY, Selasa. Menurut dia, sebagai gantinya disarankan menanam tanaman komoditas lain yang tidak membutuhkan banyak air. "Pada kemarau ini petani kami sarankan beralih ke palawija seperti jagung. Bisa juga petani menanam komoditas tembakau," katanya. Pihaknya juga akan membenahi jaringan irigasi guna memperlancar dan memperluas jaringan dan distribusi air pertanian. "Karena tanpa didukung saluran irigasi yang baik maka hasil panen tidak akan maksimal. Tahun ini kami rencanakan untuk merehabilitasi jaringan irigasi di Sleman seluas 600 hektare," katanya. Rofiq mengatakan menghadapi musim kemarau tahun ini pihaknya juga telah menyiapkan cadangan beras berupa ton gabah yang merupakan hasil panen Maret-April dari lahan seluas sekitar hektare. "Di seluruh Sleman pada Maret-April luas panen hektare dengan rata-rata panen 6,5 ton per hektare, sehingga ada cadangan gabah sekitar ton," katanya. Ia mengatakan pada musim tanam kedua Juni pihaknya menargetkan untuk mengolah lahan seluas hektare yang dipersiapkan khusus untuk menanam padi. "Konsentrasi di musim tanam kedua di wilayah Sleman barat yang relatif punya banyak air, dan musim tanam kedua ini harapannya tidak mundur," Victorianus Sat PranyotoEditor Risbiani Fardaniah COPYRIGHT © ANTARA 2019 Ilustrasi petani menanam padi berdasarkan pedoman musim tanam padi. Foto PixabayMeskipun padi dapat ditanam sepanjang tahun, pada dasarnya petani ditanam berdasarkan ketersediaan air. Musim tanam padi dapat dikelompokkan menjadi beberapa periode tanam. Lantas, seperti apa pembagiannya? Ketahui jawabannya di pembahasan berikut tanam adalah pedoman waktu tertentu yang dijadikan sebagai tahap permulaan menanam. Musim tanam ini memiliki peran yang memungkinkan pelaku di sektor pertanian mendapatkan arah budi daya tanaman, khususnya tanaman dengan kegiatan budidaya tanaman padi, terdapat dua aspek penting yang perlu dipahami agar proses penanamannya dapat berhasil, yaituHubungan antara jadwal waktu penanaman dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan tanaman antara siklus perubahan cuaca dengan dinamika perkembangan hama dan penyakit tanaman Musim Tanam PadiSimak 3 pembagian musim tanam padi yang merujuk pada situs berikut ini. Pembagian musim tanam padi dibagi menjadi tiga, yaitu musim tanam utama, gadu, dan kemarau. Foto PixabayMusim penanaman padi ini dilaksanakan pada saat musim penghujan, baik di tanah basah tanah yang pengairannya bagus dan tanah kering tadah hujan. Musim tanam utama terjadi pada bulan November, Desember, Januari, Februari dan musim tanam ini tidak mendapatkan pengairan, tetapi mengandalkan air hujan atau tadah hujan. Musim tanam gadu terjadi pada bulan April, Mei, Juni, tanam ini tetap bisa dilaksanakan, dengan catatan sistem pengairan atau irigasinya harus lancar. Musim tanam kemarau terjadi pada bulan Agustus, September, dan tanam utama menghasilkan panen raya panen besar, musim tanam gadu menghasilkan panen gadu, sedangkan musim tanam kemarau menghasilkan panen tersedia dalam jumlah paling banyak pada satu bulan setelah periode panen raya Februari s/d Juni, yang berarti puncak stok beras terjadi pada bulan Maret s/d Juli. Pada periode panen raya tersebut fungsi penjemuran, penggilingan, penggudangan dan distribusi, serta kegiatan penyediaan stok beras terjadi paling sibuk. Pengisian stok beras oleh Bulog semestinya terjadi pada Maret s/d Juli dan akan mencapai jumlah stok maksimal pada bulan Agustus. Stok beras ini akan terpakai nanti pada bulan Nopember, Desember, Januari, yaitu pada saat panen yang berpedoman dengan musim tanam padi memiliki peluang keberhasilan yang besar saat menanam padi. Foto PixabayManfaat Memahami Musim Tanam PadiAda beberapa manfaat pentingnya menggunakan musim tanam padi sebagai pedoman, yaitu Mengurangi risiko gangguan hama dan penyakit tanaman, sehingga secara tidak langsung dapat menekan penggunaan risiko gagal panen atau puso, akibat kekurangan air, kebanjiran, roboh terkena angin, dan lain atau hasil panen diharapkan bisa maksimal, apabila ditanam pada waktu yang tepat. Sebab, keberhasilan budidaya tanaman sangat dipengaruhi kondisi iklim dan cuaca telah banyak mengalami perubahan. Namun, perubahan yang terjadi juga tetap memiliki pola dan kecenderungan yang tetap bisa diamati. Dengan demikian, petani yang memiliki dasar pemahaman masa tanam ini, tentu jauh lebih baik dibanding petani yang tidak punya aspek penting dalam kegiatan budidaya tanaman padi?Kapan musim tanam utama terjadi?Apa yang dihasilkan di musim tanam utama, gadu, dan kemarau? Makassar ANTARA - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG telah memprediksi bahwa Indonesia akan menghadapi musim kemarau lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Curah hujan yang turun selama musim kemarau diprediksi akan normal hingga lebih kering dibandingkan biasanya, sehingga bencana kekeringan bisa mengancam sejumlah sektor kehidupan, seperti pertanian, kebakaran hutan, krisis air, hingga sejumlah penyakit yang muncul akibat perubahan cuaca ekstrem. BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun 2023 tiba lebih awal dari sebelumnya. Maka berdasarkan analisis BMKG, saat ini sebesar 28 persen atau 194 zona musim wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Jika tiga tahun terakhir 2020-2022 kerap didapati hujan di musim kemarau, maka diprediksi hal tersebut tidak akan terjadi pada 2023 ini. Berdasarkan laman resmi BMKG, turunnya hujan di musim kemarau tiga tahun terakhir dipicu peristiwa La Nina yang mengakibatkan iklim basah. Namun pemantauan terbaru, suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menunjukkan bahwa saat ini intensitas La Nina terus melemah, dengan indeks pada awal Februari 2023 sebesar -0,61. Suhu muka air laut di Samudra Pasifik yang terus melemah mengarah pada El Nino pada Juni 2023 yang berakibat semakin menghangat kawasan tersebut. Peristiwa El Nino ini berlawanan dengan La Nina. El Nino adalah suatu fenomena di mana suhu permukaan laut SST di Samudera Pasifik mengalami peningkatan di atas kondisi normal. Peningkatan suhu ini menyebabkan pertumbuhan awan lebih tinggi di wilayah Samudera Pasifik tengah dan mengurangi jumlah curah hujan di Indonesia. BMKG telah memprediksi dampak El Nino mengakibatkan musim kemarau yang lebih ekstrem akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia, tidak terkecuali Provinsi Sulawesi Selatan yang sebagian besar wilayahnya berbatasan dengan selat Makassar. Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Makassar, Hanafi Hamzah, mengemukakan bahwa intensitas hujan lebih sedikit itu karena masuk bulan Juli pengaruh El Nino akan semakin terasa. Di Sulawesi Selatan Sulsel, hal ini diprediksi berlangsung pada Juli hingga September. BMKG Makassar memprediksi selama tiga bulan Juli, Agustus, September tidak ada hujan di hampir seluruh wilayah Sulsel, termasuk area pegunungan, meski area ini tidak terlalu terdampak kekeringan. BMKG memprediksi pantai barat akan terdampak signifikan terhadap kekeringan ekstrem, mulai dari Kabupaten Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa sebagian, Takalar, Jeneponto dan Selayar. Kekeringan ekstrem di pantai barat juga dipastikan akan berpengaruh di area pantai timur yakni area Luwu Raya, Bone, Sinjai dan Bulukumba. Begitu pula bagian tengah yakni Kabupaten Soppeng, Bone dan Gowa sebagian. Ancaman kekeringan di 2023 ini akan sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian dan berdampak pada ketahanan pangan Sulsel. Ilustrasi. Area persawahan di wilayah Gowa, Sulawesi Selatan. ANTARA/Nur Suhra Wardyah Pemetaan Kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi di musim kemarau tahun ini menjadi perhatian Pemprov Sulsel. Karena itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan TPH-Bun telah menyiapkan berbagai strategi guna menghadapi musim kemarau 2023. Sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Indonesia, Dinas TPH BUN Sulsel telah menyiapkan sejumlah program antisipatif yang telah dan sedang berjalan saat ini. Program itu di antaranya pemetaan zona rawan kekeringan, manajemen air, pengaturan pola tanam, persiapan benih unggul hingga bantuan substitusi kepada petani jika terjadi gagal panen. Pada pemetaan di sektor pertanian, Dinas TPH BUN Sulsel telah menetapkan tiga kabupaten yang masuk kategori zona merah sebagai daerah yang diindikasi rawan dan sangat terdampak kekeringan. Tiga zona merah terhadap ancaman pertanian di musim kemarau tahun ini yaitu Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo. Kepala Dinas TPH BUN Sulsel Imran Jauzi menjelaskan, penetapan zona ini didasarkan pada data riwayat area pertanian 3 hingga 5 tahun yang lalu jika pernah mengalami kekeringan di musim kemarau. Utamanya dengan luas kekeringan lebih dari hektare. Penetapan zona merah di tiga wilayah ini terbilang sesuai dengan prediksi BMKG terhadap sejumlah daerah yang akan terdampak kekeringan. Kabupaten Bone dan Soppeng merupakan wilayah tengah yang juga diperkirakan terdampak El Nino, begitu pula Wajo, salah satu wilayah pantai barat. Pemetaan ini bukan berarti berlaku untuk seluruh wilayah kabupaten tersebut, namun dikhususkan pada area pertanian yang telah melalui proses identifikasi dengan luas wilayah sekitar hektare. Sehingga dalam langkah-langkah antisipatif di tiga wilayah tersebut menjadi prioritas utama dalam mengatasi dampak kekeringan. Perubahan cuaca, sangat besar dampaknya terhadap sektor pertanian, sebab tidak hanya mengubah produktivitas, tetapi termasuk akan menimbulkan berbagai hama yang berakibat pada penyakit tanaman. Penyakit-penyakit tanaman yang baru akan bermunculan dan gerakan pengendalian harus segera dirancang. Manajemen air dan benih Setelah pemetaan dan penentuan dan zona rawan terdampak kekeringan, upaya lainnya mulai direalisasikan dalam menjaga ketahanan pangan Sulsel di musim kemarau yakni manajemen air dan benih, seperti penggunaan varietas-varietas yang lebih tahan kering. Pada manajemen air, Dinas TPH BUN Sulsel melakukan pengelolaan air yang didukung dengan berbagai perbaikan fasilitas penunjang, di antaranya membangun daerah-daerah irigasi dan merapikan kembali saluran-saluran irigasi khususnya pada wilayah tersier. Selain itu, dibangun embung untuk menampung air hujan yang akan dimanfaatkan pada musim kekeringan mendatang. Upaya lainnya, penggunaan sistem pompanisasi dan perbaikan perpipaan guna memaksimalkan penggunaan air. Air harus digunakan seoptimal mungkin dan mengusahakan agar tidak ada penggunaan air secara berlebihan pada aktivitas pertanian, termasuk dalam pola hidup sehari-hari. Langkah selanjutnya, mengatur pola tanam dan jarak tanam dengan mempercepat penanaman. Jika biasanya jarak tanam petani tiga pekan, maka diminta agar dipercepat menjadi dua pekan harus segera menanam. Hal tersebut guna memaksimalkan stok air yang masih memadai saat ini sebelum memasuki musim kemarau yang diprediksi oleh BMKG bahwa puncak kekeringan terjadi pada Agustus mendatang. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan TPH-Bun Sulawesi Selatan Imran Jauzi. ANTARA/Nur Suhra Wardyah Penggunaan benih yang bagus, dinilai menjadi langkah yang tepat dalam perbaikan hasil pertanian di tengah ancaman kekeringan. Sebab, kurangnya produktivitas pertanian akan tertutupi dengan hasil pertanian yang lebih berkualitas, sehingga mempengaruhi nilai jual dari berbagai komoditas pertanian. Pembagian benih gratis dinilai juga penting guna mengantisipasi kekeringan, karena kekeringan tidak saja bisa terjadi pada tanaman padi, tapi krisis pangan bisa terjadi pada komoditas pangan lainnya seperti jagung dan sorgum. Pemprov Sulsel sebelumnya telah merilis Program Mandiri Benih sejak 2022 sebagai terobosan untuk mendorong peningkatan produksi tanaman padi. Pada 2022 telah disalurkan sebanyak ton untuk hektare dengan jumlah penerima bantuan benih sebanyak keluarga petani. Program tersebut berhasil meningkatkan produksi pertanian dari tahun sebelumnya. Data statistik menunjukkan, produksi padi di Sulsel yakni 5,34 juta ton dan meningkat sebesar 4,92 persen ton dibanding tahun 2021 hanya sebesar 5,09 juta ton. Sementara pada tahun ini, Pemprov Sulsel kembali menyalurkan secara gratis bantuan benih padi sebanyak ton untuk luas lahan hektare . Selain benih padi, pada Mei 2023, juga disalurkan bantuan bibit perkebunan kakao 3,2 juta batang dan bibit mangga batang, durian batang, jeruk batang ke kabupaten/kota, serta bantuan pupuk dan alat produksi pertanian alsintan untuk para petani di sentra-sentra pengembangan pertanian. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman, menegaskan bahwa strategi yang dicanangkan tersebut tidak hanya untuk menyokong ketahanan pangan di Sulsel, tapi juga guna mendukung ketahanan pangan nasional. Sulsel selama ini berkontribusi sekitar 25 persen terhadap pemenuhan kebutuhan beras Slamet Hadi Purnomo COPYRIGHT © ANTARA 2023

mengapa pada musim kemarau para petani tidak menanam padi